Last Signal

Sehun seketika membelalakkan mata, mengenyahkan mimpi yang terus mengusik alam bawah sadarnya sejak kesadarannya menghilang. Ia sejenak termenung, mengamati kumpulan awan di angkasa yang membentuk selimut abu yang begitu rapat.

Continue reading “Last Signal”

Two Sides

Baekhyun mengerang dalam sebuah rintihan, mengusap pelipis yang masih berdenyut-denyut menghantarkan nyeri menuju saraf-saraf di kepalanya. Pandangannya yang mengabur perlahan berangsur pulih, kelopaknya berkedip lambat bersama napasnya yang pendek.

Continue reading “Two Sides”

Emergency Landing

Suaranya yang rendah menderam di dalam tenggorokannya yang kering sementara jemarinya yang kotor meremas lutut, memaksanya untuk berdiri. Dagunya terangkat, memberi perintah pada kepalanya yang pening untuk mengamati sekelilingnya.

Continue reading “Emergency Landing”

Sinfully Sweet

Ia mengangkat kerah jaket sepanjang lutut untuk menyembunyikan lehernya yang terbuka. Pun udara malam yang berkeliaran di sepanjang jalan sempit di sampingnya ikut menghalau rambut panjangnya untuk melindungi sepasang telinganya yang nyaris membeku.

Continue reading “Sinfully Sweet”

Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 8)

Keduanya muncul di balik dinding kering nan rapuh yang terletak di pojok tersunyi, tanpa para pekerja benteng yang berlalu-lalang sambil menggerutu dan memaki upah mereka yang tak seberapa. Dan gurun aharu menyambut keduanya dengan ketidakhadiran kesejukan maupun angin segar yang bersahabat.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 8)”

The Bliss You Seek

The orange hues were fading, gradually grew faint as the sun rose higher in the dim sky. Yet, it was still under seven and the mist and dew were mingled, luring the lone grasses who bent in the middle of their sleep to follow the wind and sway.

Continue reading “The Bliss You Seek”