NOSTALGIA

Kutundukkan kepala, mendesah beribu kali menandingi sepoi angin yang berlalu-lalang. Seharusnya aku berucap syukur, bukannya mengobar hati dengan segala rindu yang selalu menusuk-nusuk kepalaku.

Continue reading “NOSTALGIA”

Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)

Daga di tangan kirinya digenggam kuat, mengarahkan runcing dari ujung pisau tersebut kepada puncak bukit yang menonjol di tengah kota, tepat di bawah pelupuk matanya, di antara ruang kosong pada dinding tinggi yang tercipta dari bata-bata yang telah dicat putih.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)”

Evidence-Free (ii)

Menjadi seorang kasir bukanlah pekerjaan yang menggairahkan. Kadang Jean hanya mampu mendesah atau menghamburkan sejumput tawa ringan saat berandalan murahan menggodanya di tengah kesunyian pelayanan drive-thru, terutama menjelang malam buta.

Continue reading “Evidence-Free (ii)”

The Guy With The Fiery Eyes

Kotak kayu selebar bahuku tetap terduduk malas di bawah pelupuk mata. Kedua tanganku yang berkeringat saling bertolak-pinggang sementara napasku masih menderu sejak kepindahan kami dalam semalam.

Continue reading “The Guy With The Fiery Eyes”

It Is You, All Along

The windows on my left barely touched the roof, but the width was as broad as this room. From the lights that came through the slit between the thin purple curtains, I believed it was morning. Or perhaps in the middle of the day. I wasn’t sure.

Continue reading “It Is You, All Along”

Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)

Semua yang hadir pada prosesi pemakaman itu menunduk hingga dagu mereka nyaris menyentuh tenggorokan; menggenggam seluruh jemari masing-masing untuk terhanyut dalam alunan lagu yang dikumandangkan pagi itu.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)”

Pemburu Imajinasi

Setahuku sosoknya hanyalah bualan para leluhur saja.” Miel menyetir parangnya sedemikian rupa, menghentak-hentak tajamnya hingga babi di atas papan berubah menjadi potongan-potongan kecil.

Continue reading “Pemburu Imajinasi”