2021: What’s Next?

Andai saja dapat kukuasai waktu seperti kekuatan yang dimiliki Tao, ingin rasanya kupenuhi beberapa tahun terakhir dengan melatih cara menulisku lagi. Penyesalan tidak akan mengembalikan waktuku yang telah hilang, tentu saja, jadi lebih baik kupertimbangkan untuk kembali menulis di tahun ini. Hi, this is me, finally. Dan saat ini akulah yang sedang berbicara sementara kukurung Huglooms di dalam benakku. Let’s get it started!

Last year was a wild quest. And couple years back were much delightful adventurous search. Despite them all, life has taught me the pain, the joy. In most cases, life has taught me how to love—sincerely.

Sudah terlalu lama; hanya kalimat itu yang mampu kutemukan tiap kali jemariku menari-nari di atas papan ketik. Terakhir kali kuringkas sebuah cerita singkat di sini adalah sang Pemburu Imajinasi di tahun 2018. Itupun karena aku sedang setengah sadar—dan setengah mabuk. Setelah perjalanan hidup yang penuh dengan berbagai kejutan—juga keinginan untuk menulis yang telah lama terlelap di dalam mimpi yang berkepanjangan, akhirnya telah kupersiapkan mental dan juga fisikku untuk menyelesaikan fiksi-fiksi yang masih tertunda sejak beberapa tahun lalu.

Demi membangkitkan gairah itu lagi, semuanya harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Terinspirasi dari Phase Four yang dirancang oleh Marvel Studio, izinkan diriku untuk menawarkan rencana tahun ini demi membangkitkan kelangsungan THE HUGLOOMS yang tengah sekarat. Setelah menimang-nimang waktu yang akan kuluangkan hingga ke penghujung tahun, blog ini akan kuisi dengan konten-konten berikut:

  • #FROMUS

    • Fan Fiction
    • Poetry Of The Month
    • Prompt Of The Month

  • #FROMPIXEL

    Travel Photography by Huglooms

Jangan heran, blog ini memang sebagian besar dipenuhi oleh fan fiction yang sangat tidak masuk akal; kadang pula terlalu banyak romansa yang sungguh keterlaluan. Untuk menyeimbanginya, akan kuselingi fiksi-fiksi itu dengan puisi dan juga cerita singkat sebagai penyegar. Adapula kupisahkan halaman khusus #FROMPIXEL; kumpulan foto-foto dari berbagai perjalananku ke suatu tempat, berpetualang di waktu senggang.

Skema di bawah ini adalah rencana tulisan yang akan dimuat di sini untuk setahun ke depan.

Sabina Mara: The Violet Mermaid

Latar belakang ide ini tercipta di tahun 2012 dan cerita pengantarnya baru kubagikan pada blog ini di tahun berikutnya. Dengan menuai fantasi sebagai pilihan latar belakang, petualangan Sabina Mara untuk menemukan Sviesa telah kukoreksi empat kali, menjadi sepuluh bab dan cerita penutup sebagai hidangan pencuci mulut.

Bab yang terakhir kali kuterbitkan tentang perjalanan ini adalah Chapter V di tahun 2016. Kemudian fiksi ini membeku selama lima tahun tanpa tersentuh olehku sama sekali. Setelah hasratku untuk menulis kembali lagi belakangan ini, kuputuskan untuk mengutamakan fiksi ini dan mengakhiri perjalanan Sabina Mara sebelum penghujung 2021 tiba dengan skema seperti di bawah ini:

Spoiler alert: this is not a love story.

Chapter VISong of Sorrow
Fokus kepada masa lalu Lee Hyuk Jae dan kejadian yang menimpa wilayah Barat, Kerajaan SHINee.
Chapter VIIStranger of The North
Fokus kepada kisah tersembunyi antara Sabina dan Kai, sang penguasa wilayah Utara, Kerajaan EXO
Chapter VIIIThe Lost Pearl and The Dark Blessing
Fokus kepada cerita mengenai latar belakang Sabina dan Sviesa, dan juga tragedi yang menimpa keduanya.
Chapter IXBetween Two Souls
Fokus kepada hubungan antara Sabina dan penyelamatnya, Lee Hyukjae.
Chapter XWraith of The Sea
Sabina vs. The World
EpilogueSepenggal tulisan di akhir cerita dan disajikan terutama dari sudut pandang Lee Hyuk Jae.
La. Vie.: The Cafe Of Life

Aku tahu, aku tahu, kuperbolehkan kau untuk memaki sekarang juga. La. Vie. adalah salah satu dari cerita baru yang akan kurilis secara perlahan di tahun ini. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak menulis tentang EXO meskipun masih ada beberapa cerita berplot yang belum kuselesaikan. EXO adalah sumber kebahagiaanku, jadi sangat sulit bagiku untuk tidak berimajinasi. Apalagi setelah mereka merilis EXODEUX, the clash of two worlds, tahun lalu.

EXO melawan X-EXO; tak ada yang mampu mengalahkan konsep cemerlang itu selain EXO sendiri.

Spoiler alert: cerita ini kubagi menjadi 11 bab pendek. Terinspirasi oleh keindahan kota Paris dan Barcelona setelah kunjungan terakhirku tahun 2019 yang lalu, kurangkai cerita dengan perpaduan dari kategori Suspense dan Alternative Universe ini dimana masing-masing chapter saling terkait satu sama lain. Terutama ketika para lelaki itu menyadari bahwa si pemilik La. Vie. mengincar sesuatu yang mereka miliki.

Again, no love story here. It’s the Cafe of Life.

  • Chapter 01: The Guy With The Heart-Shaped Lips
  • Chapter 02: The Guy With The Fiery Eyes
  • Chapter 03: The Guy With The Invisible Shadow
  • Chapter 04: The Guy With The Light In His Grip
  • Chapter 05: The Guy With The Shape Of Water
  • Chapter 06: The Guy With The Wind Of Heart
  • Chapter 07: The Guy With The Symbol Of Time
  • Chapter 08: The Guy With The Lightning Gaze
  • Chapter 09: The Guy With The Cold Smile
  • Chapter 10: The Guy With The Healing Touch
  • Permanently Closed [END]
V FOR VOWED

Sebenarnya, aku membenci diriku sendiri sewaktu kumiliki ide-ide untuk merangkai cerita ini. Karena saat itu aku berada di tengah kekacauan transisi dari California, USA, menuju Bangkok, Thailand. Coretan-coretan yang seharusnya menjanjikan kisah V, pria bermata turquoise yang telah terjerumus ke dalam jeratan Alena, hilang entah kemana. Padahal waktu itu, dengan hati-hati kusimpan catatan pada kotak tertentu sebelum barang-barangku dikirim melalui udara.

Jadi, kurangkai kembali cerita ini meskipun tak sebaik yang aslinya.

Sekedar untuk mengingatkan, fan fiction ini pertama kali kubagikan pada tahun 2016 dan baru tersedia dua bab pendek saja.

Chapter 03The Hollow Passion
Fokus kepada karakter V, pengenalan lebih lanjut mengenai masa lalunya yang selama ini ia sengaja sembunyikan dari dunia
Chapter 04The Exiled King
Fokus kepada kenyataan dimana karirnya semakin terjungkir akibat keserakahan dan juga pengkhianatan.
Chapter 05One Has Vowed, No One Can Break It
Fokus kepada mimpi-mimpi yang V alami selama ini. Terutama mengenai kehadiran wanita yang selalu mengusik malamnya.
Chapter 06 The Savior He Neglected
Tak disangka, jika Julia, penata rambutnya, adalah satu-satunya teman yang bisa V andalkan. Hingga suatu hari persahabatan itu diambang kehancuran.
Chapter 07The Fallen Angel
Fokus kepada latar belakang Alena.
Chapter 08To Obey Or Not To Obey
Fokus kepada dilema yang V alami. Terutama mengenai konsekuensi pada keputusan apapun yang akan ia pilih.
Chapter 09The Dark Wings
Hasil yang diputuskan oleh V ternyata jauh di luar dugaannya. Sepasang sayap yang gelap, milik Alena, berkibar tanpa pemiliknya.
Chapter 10 [END]Drown In Despair
Chapter terakhir tidak berujung seindah yang biasa ditemukan pada kebanyakan cerita.
EpilogueKisah ini akan ditutup oleh sudut pandang Julia, teman terbaik yang V miliki.
EXOPLANET SERIES: THE PATH CODE

Proyek tulisan ini adalah yang paling kuutamakan sejak EXOPLANET: Rise Of Huglooms berakhir di tahun 2015. Seri ini akan terbagi menjadi tiga buku:

  • RISE OF HUGLOOMS
  • THE PATH CODE
  • EXODEUX AND THE LIES WITHIN

Telah kuhabiskan banyak waktuku untuk terus mengotak-atik jalan cerita dari serial ini. Awalnya serial THE PATH CODE akan dirilis dengan judul “Eyes Of The Undead” (dimana poster mentahnya sudah kurilis jauh-jauh hari). Namun karena aku terus mengembangkan jalan ceritanya, akhirnya kuputuskan untuk memilih PATH CODE sebagai judul yang tepat.

Sebelum kurilis bab pertama, video trailer nya akan kurilis terlebih dahulu di akhir November tahun ini. Setelah itu, akan kumuat tiap bab di tahun 2022 dengan jangka waktu setiap dua minggu sekali. Keseluruhan cerita akan berakhir di bab ke lima belas bersama sentuhan penggoda pada cuplikan epilogue untuk serial ketiga, EXODEUX AND THE LIES WITHIN.

BAGAIMANA DENGAN CERITA LAIN YANG MASIH TERTUNDA?

Yang bisa kulakukan untuk menjawab pertanyaan itu hanyalah mengeluh panjang. Sementara ini. serial WHEN THE WORLD TURNED DARK dan juga Z.E.R.O sedang kubekukan hingga EXOPLANET: THE PATH CODE selesai kurilis. Alasannya hanya satu: setelah kubaca kembali ide utama ketika kubangun kedua cerita itu di tahun 2012 lalu, ternyata alurnya jauh lebih semrawut dan tidak jelas dari yang kubayangkan. Jadi lebih baik kudiamkan terlebih dahulu hingga waktunya tiba.

Aku masih menyimpan Prologue dari WHEN THE WORLD TURNED DARK dan beberapa chapters dari Z.E.R.O di halaman berikut: #FROMUS > SERIES. Sengaja kubiarkan terpampang di sana agar aku tidak lupa.

SO, WHAT’S NEXT?

Well, that is all. Terutama untuk tahun 2021.

Memang tidak banyak, tapi setidaknya aku akan kembali menulis setelah sekian lama memendam ide-ide yang tidak masuk akal ini seorang diri.

Semoga dengan skema yang kubuat di atas, akan membuatku untuk terus menulis dan melatih kembali gayaku yang tidak seberapa. Bukan karena aku menginginkan sebuah penghargaan ataupun ketenaran. Menulis adalah salah satu caraku untuk menghilangkan gundah, juga lari dari kenyataan untuk sementara waktu. Dan aku merindukan saat-saat di mana hanya diriku saja yang mengembala di blog ini tanpa siapapun menggangguku.

Huglooms is back! And she is on fire!