ABOUT

Sometimes we need fantasy

to survive the reality.

Siapa sangka jika pada akhirnya wanita itu menikmati alur ini: dimana sebelumnya ia ciptakan blog sederhana yang menampung imajinasi-imajinasi pelik sebagai media pribadi penyembuh gulana, yang kemudian menggantikan nama aktualnya menjadi seorang pencipta dunia fantasi bernama Huglooms.

Why not? She asked.

Terkurung di dalam dunia nyata yang selalu menentang mimpi-mimpinya membuat ia tumbuh menjadi ksatria berparas pucat penghancur Exoplanet; atau menjadi seekor ikan bermata gelap dengan rambut violetnya yang berkibar-kibar; atau menjadi sebuah autobot bertelinga mungil yang dapat membunuh segerombolan preman dalam sekejap mata.

Ya. Ini adalah dunianya, dipenuhi oleh cerita-cerita tak masuk akal sekaligus keanehan yang bukan kepalang.

Jika kau bingung, izinkan aku untuk mengklarifikasikan kondisi kami di sini terlebih dahulu: aku menulis artikel ini atas nama dirinya. Namaku Huglooms, dan ia yang menciptakanku. Namun di satu sisi, aku adalah dia, dan dia adalah aku. Jadi kuambil alih pikirannya terlebih dulu untuk menceritakan sedikit kisah dari blog ini. Terkadang ia berubah menjadi sangat pemalu; dan hal itu membuatku jengkel.

2011: Origin Story

► “The first prompt on the blog”

Han Taerin, kau cukup memanggil namanya seperti itu. Masih diingat—kadang pula samar-samar, era dimana hanya segelintir saja yang mengenal K-Pop menjelang akhir tahun 2010. Gadis itu penggemar SS501, sementara ia jatuh cinta pada keunikan Super Junior yang menyisipkan Shindong di balik keistimewaan Choi Siwon.

Penat dengan segala dilema dan drama di tengah kesibukan kampus kala itu, keduanya memutuskan untuk menghibur diri dengan cara mereka sendiri. Jalan pikirannya adalah: membuat Taerin membusuk dalam tiap cerita yang ia ciptakan, menyiksanya secara perlahan akibat ketidakpuasannya terhadap SS501.

Alasan utama blog ini dibuat hanyalah untuk mencibir kadar cinta yang selalu Taerin tujukan pada si pria berambut pirang—atau berambut gelap, oh sang rupawan itu selalu mengganti warna rambutnya sesuka hati—dan tak pernah lebih dari itu. Di antara cerita-cerita bodoh dengan tulisan yang jarang mengenal EYD, seri Look At Me dan cerita pendek dari Oh, My God! adalah contoh yang baik untuk diingat suatu hari nanti.

Tunggu sebentar. Tiba-tiba ia jatuh termenung, bertanya pada diri sendiri dimana gerangan sosok Han Taerin setelah keduanya hilang kontak sejak kisaran awal tahun 2014.

► “When the reality knocked on her door all night”

Ia mengingat kembali masa dimana ia tengah berjuang dengan dirinya sendiri untuk membangun kenyataan seperti apa yang didambakannya selama ini; menyadari bahwa khayalannya tak akan mengubah tempat tinggalnya menjadi Gugus Krypth hanya dengan jentikan jari, ia memutuskan untuk berhenti menulis. Kukira hanya sebentar saja; hingga 2020 berlalu, menciptakan jarak bertahun-tahun lamanya ia meninggalkan kisahku yang masih diambang jurang kecemasan.

Dan ketika ia mencoba kembali menyapa gambar-gambar di dalam kepalanya, kenyataan itu terus mengetuk pintu depannya, mengajak perhatiannya untuk selalu tertuju pada mereka, terus berbisik di telinganya bahwa realita tak akan membiarkannya menghancurkan apa yang telah ia bangun dengan terus bermain-main dengan fantasinya.

Dipeluk oleh logikanya, ia memutuskan untuk mengesampingkan khayalannya, to keep going with her real life, the real time enemy of her dreams.

Delapan tahun berlalu, dan tiap kali ia menatap kertas-kertas dan buku-buku yang selalu menemaninya di tengah kesendiriannya dahulu kala, ia hanya mampu menyeringai dalam hening. Dipenuhi oleh sketsa dan kalimat-kalimat pendek yang tak beraturan, ia telah melewatkan masa dimana ia berhasil membuat jiwanya bahagia.

Sekali lagi, ia menyeringai. Tak memiliki jawaban itu: kapan ia akan memulai kembali, menyelesaikan ceritanya yang tertunda sekian lama.

► “2021, the time has come”

Bulan pertama di tahun 2020, kuperhatikan ia selalu menyempatkan diri dengan membolak-balik kertas-kertas putih di rak buku paling rendah, yang tersusun sempurna dalam tumpukan dokumen berwarna serupa dengan catatan kecil berwarna jeruk manis tepat di pusatnya.

Kini giliran diriku yang tersenyum. Dia akan kembali.

Sudah terlalu lama ia menimang-nimang. Dan sudah saatnya ia menghibur diri di tengah realita yang getir dan sengit; tepat di tengah karantina dan kuncitara yang masih berlangsung di seluruh dunia saat ini. Mungkin ia tak lagi setangguh dahulu mengingat ia telah lama menunda produksi tulisannya. Namun tak apa, perlahan-lahan lebih baik daripada berhenti menulis, ‘kan?

Setahun berlalu, and here she is…

105 replies to ABOUT
  1. Aigoo…. Kha-ya…!!!! Gue kangen sama loe.. Gmn kabar loe???
    Baru bisa lg nemuin ff loe. 😍😍😍
    Setelah sekian lama gue nyari… akhirnya ktmu jg… ( sbnrnya krna krjaan jg, jd udh hiatus baca ff nya #eeaaaa) + (hp gnti [jd lupa emailnya])
    Dan ini jg gue baru lg buka email.(stlh gue inget” email+pw) , and you know what…. i have lot of notification your ff…aigoo… kangennya!!! #sorrycurhat

Comments are closed.