HUGLOOMS

Mereka menyebutnya pelik. Aku menyebutnya unik. Tanpa disadari bahwa di antara aku dan mereka, ada setitik ketidakcocokkan dalam menyalurkan sebuah opini; atau mengutarakan maksud hati dalam alunan kata.

Sebagian besar dari mereka memanggilku Ikha. Dipojok sana mereka meneriakku Leha. Adikku memanggil Juls, dan yang lain menyebutku weirdo. Dari situ kemudian kupahami bahwa aku memiliki pribadi yang berbeda.

IMG_20170324_162557

“The role of a writer is not to say what we can all say, but what we are unable to say.”

Jadi, sejak dulu aku memang seperti ini, sulit untuk dideskripsikan. Pepatahnya mungkin umpama kelinci mengarungi padang pasir. Mengapa kelinci, aku juga tidak tahu. Aku sedikit mengarang saja disitu.

Karenanya, aku selalu menikmati kesendirian itu dengan imajinasi liar yang berbahaya. Menulis lebih baik daripada bermain-main dengan lidahku sendiri. Tolong maklumi, setiap kali kubayangkan kata-kata yang mungkin dapat membuat hati seseorang tersakiti, lebih baik kukurangi aktivitas itu dengan merakit cerita-cerita pendek.

“Ada terlalu banyak rahasia yang belum diketahui. Sebagian besar karena aku tidak pernah nyaman untuk bersosialisasi.”

Tak apa. Tak perlu takut. Dari situ kupastikan bahwa akan kubawa kepribadian itu pada tulisan-tulisan yang tidak masuk akal. Sekali lagi, jangan salahkan aku jika caraku untuk menyampaikan maksud tidaklah sesuai dengan kehendakmu.

All right, kuberitahu sedikit saja, asal jangan menuntut lebih, okay?

  • Namaku huglooms (jika kau benar-benar melakukan investigasi mendalam, kau akan mengetahui nama asliku. Aku tidak begitu menyembunyikannya dengan baik.)
  • Indonesia, ladies and gentlemen. Indonesia.
  • Umur, di tahun ini menginjak angka 21. Masih labil, tentu saja. Jati diri belum kutemukan hingga sekarang.
  • Pekerjaan : “mencari pekerjaan.”
  • Keinginan terbesar yaitu menjadi staff PR & Communication Team untuk SM Entertainment. Ingin menjadi bagian dari artist mereka sudah pasti konyol dan mustahil. Lagipula aku tidak ingin menyalahkan ibu dan bapak di kampung. Aku terlahir sempurna kok, hanya saja tidak seluwes bayi gurita atau secantik mawar di taman.

Yah, kurang lebih seperti itu. Sekali lagi, tidak ada yang menarik di sini. Namun terima kasih karena telah berkunjung. Ngomong-ngomong, Chocholia dan Nur-light lebih berkepribadian. Silahkan untuk dicek dan diuji.

—2011, Indonesia