The Guy With The Heart-Shaped Lips

Kebanyakan dari mereka menyebut Desember sebagai sebuah keindahan; salju yang menyelubungi seluruh kota menyeret persepsi mereka pada bulan yang penuh kesucian. Tiap kali kudengar omong-kosong itu, secarik senyum bodoh yang terpaut di wajahku terukir seketika.

Continue reading “The Guy With The Heart-Shaped Lips”

Pemburu Imajinasi

Setahuku sosoknya hanyalah bualan para leluhur saja.” Miel menyetir parangnya sedemikian rupa, menghentak-hentak tajamnya hingga babi di atas papan berubah menjadi potongan-potongan kecil.

Continue reading “Pemburu Imajinasi”

Mirror, Mirror, On The Wall

“Kau yang melakukannya bukan?” Ia berbisik dalam gelisah. Suaranya nyaris pudar oleh udara hampa yang menyelubunginya.

Continue reading “Mirror, Mirror, On The Wall”

PAGE 10

The tip of her finger paused of tracing the words. Her heart refused to take a dash of air. ‘It smells awful’, she said. She couldn’t help but wonder whether the filthy breeze was assorted among the dusts, dirts and mold, or just originated from a stench of death at the corner of the room.

Continue reading “PAGE 10”

Dalam Sebuah Pelukan

Tentu saja, ia tergugah. Ini bukan kali pertama Lucy menyadarinya.

Continue reading “Dalam Sebuah Pelukan”