2021: What’s Next?

Andai saja dapat kukuasai waktu seperti kekuatan yang dimiliki Tao, ingin rasanya kupenuhi beberapa tahun terakhir dengan melatih cara menulisku lagi. Penyesalan tidak akan mengembalikan waktuku yang telah hilang, tentu saja, jadi lebih baik kupertimbangkan untuk kembali menulis di tahun ini. Hi, this is me, finally. Dan saat ini akulah yang sedang berbicara sementara kukurung Huglooms di dalam benakku. Let’s get it started!

Continue reading “2021: What’s Next?”

Dalam Sebuah Pelukan

Tentu saja, ia tergugah. Ini bukan kali pertama Lucy menyadarinya.

Continue reading “Dalam Sebuah Pelukan”

FOURMILIÈRE

Grey, white, or similar color with dark paint as concrete; perpetual building constructions—high and plush-up to the sky; four-and-two-wheels machines lining up on the road; smokes of pollution and cigar jumbled together to spike each hearts; and no green, no trees.

Continue reading “FOURMILIÈRE”