V FOR VOWED (II)

Ia bertanya-tanya, sejauh mana jenuh itu mencegah kesabarannya untuk menunggu lebih lama. Sekali lagi ia menghirup udara dalam-dalam, menghitung detik di tengah hening yang semakin menyeramkan.

Continue reading “V FOR VOWED (II)”

V FOR VOWED (I)

Ia tidak sedang memakai pakaian berkabung, tak pula mengenakan kain putih dengan wangi melati menyengat―yang membalut serta tubuh ibunya sebelum tanah merah mengubur senyum terakhirnya tahun lalu.

Continue reading “V FOR VOWED (I)”