Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 8)

Keduanya muncul di balik dinding kering nan rapuh yang terletak di pojok tersunyi, tanpa para pekerja benteng yang berlalu-lalang sambil menggerutu dan memaki upah mereka yang tak seberapa. Dan gurun aharu menyambut keduanya dengan ketidakhadiran kesejukan maupun angin segar yang bersahabat.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 8)”

Step Forward “Chapter 06”

DI DALAM RUANGAN ITU tak ada suara lain kecuali bunyi tetesan air dari selang infus yang tersambung pada salah satu punggung tangan Ikha. Suara pelan dari mesin Air Conditioner pun tak mampu mengalahkan bunyi detak dari jam dinding yang menjadi hiasan ruangan bercat putih tersebut.

Continue reading “Step Forward “Chapter 06””

Step Forward “Chapter 05”

CHEERS!”

Bunyi dentingan kaleng Cola yang beradu menjadi periuh suasana malam itu. Meski hanya ada tiga manusia saja di kabin canteen Sound Ent, rasanya tempat itu seperti berisi tujuh orang.

Continue reading “Step Forward “Chapter 05””

Step Forward “Chapter 03”

Hening. Satu kata yang memenuhi pikiran Ikha sekarang. Lantai enam gedung Sound ent. sepertinya tempat khusus bagi para petinggi agency.

Continue reading “Step Forward “Chapter 03””