Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)

Daga di tangan kirinya digenggam kuat, mengarahkan runcing dari ujung pisau tersebut kepada puncak bukit yang menonjol di tengah kota, tepat di bawah pelupuk matanya, di antara ruang kosong pada dinding tinggi yang tercipta dari bata-bata yang telah dicat putih.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)”

The Guy With The Fiery Eyes

Kotak kayu selebar bahuku tetap terduduk malas di bawah pelupuk mata. Kedua tanganku yang berkeringat saling bertolak-pinggang sementara napasku masih menderu sejak kepindahan kami dalam semalam.

Continue reading “The Guy With The Fiery Eyes”

The Guy With The Heart-Shaped Lips

Kebanyakan dari mereka menyebut Desember sebagai sebuah keindahan; salju yang menyelubungi seluruh kota menyeret persepsi mereka pada bulan yang penuh kesucian. Tiap kali kudengar omong-kosong itu, secarik senyum bodoh yang terpaut di wajahku terukir seketika.

Continue reading “The Guy With The Heart-Shaped Lips”

Mirror, Mirror, On The Wall

“Kau yang melakukannya bukan?” Ia berbisik dalam gelisah. Suaranya nyaris pudar oleh udara hampa yang menyelubunginya.

Continue reading “Mirror, Mirror, On The Wall”

A GLASS OF WINE

Four. I counted back the eyes around the table. Only four people, including myself. Boisterous by those boring sound, I chose to mind-read with a glass of wine flanked with my fingers. I am sitting among the old men. Bob Ross on the left and Sir Tolkien on my right.

Continue reading “A GLASS OF WINE”

The Night Dancer

The dark blinds me, cheers and cries are howling together, buzzing my sense. I can’t hear my voice. I can’t feel my face. There is, a glance of move in the shadow taking me to a caution. Among the specks of the light, I notice a figure. It is stomping my chest and open my eyes thoroughly. As the strains of piano keep pounding; as the string of violin escorting; the entire light is going toward him. Illuminating like a gold.

Continue reading “The Night Dancer”