Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)

Semua yang hadir pada prosesi pemakaman itu menunduk hingga dagu mereka nyaris menyentuh tenggorokan; menggenggam seluruh jemari masing-masing untuk terhanyut dalam alunan lagu yang dikumandangkan pagi itu.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)”

The Guy With The Heart-Shaped Lips

Kebanyakan dari mereka menyebut Desember sebagai sebuah keindahan; salju yang menyelubungi seluruh kota menyeret persepsi mereka pada bulan yang penuh kesucian. Tiap kali kudengar omong-kosong itu, secarik senyum bodoh yang terpaut di wajahku terukir seketika.

Continue reading “The Guy With The Heart-Shaped Lips”

PAGE 10

The tip of her finger paused of tracing the words. Her heart refused to take a dash of air. ‘It smells awful’, she said. She couldn’t help but wonder whether the filthy breeze was assorted among the dusts, dirts and mold, or just originated from a stench of death at the corner of the room.

Continue reading “PAGE 10”

V FOR VOWED (II)

Ia bertanya-tanya, sejauh mana jenuh itu mencegah kesabarannya untuk menunggu lebih lama. Sekali lagi ia menghirup udara dalam-dalam, menghitung detik di tengah hening yang semakin menyeramkan.

Continue reading “V FOR VOWED (II)”

V FOR VOWED (I)

Ia tidak sedang memakai pakaian berkabung, tak pula mengenakan kain putih dengan wangi melati menyengat―yang membalut serta tubuh ibunya sebelum tanah merah mengubur senyum terakhirnya tahun lalu.

Continue reading “V FOR VOWED (I)”