Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 04”

PARA PENJAGA YANG MENGAPIT SABINA TAK MENUNJUKKAN gerakan yang menyiksa selain menusuk kesabarannya melalui ujung tombak yang nyaris bersentuhan dengan wajahnya. Hal itu cukup mengintimidasi Sabina; menakutinya.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 04””

Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 03”

MESKI CAHAYA MENTARI PAGI INI MENEMBUS KATUP MATANYA sejak separuh waktu lalu, Sabina masih tetap di sana; di dalam tub bersama air laut yang menyelubungi tubuhnya.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 03””

Z.E.R.O “Chapter 02”

ORANGE KEMERAHAN. WARNA ITULAH YANG MENEMBUS LUBANG tenda pagi ini. Biasanya campuran sandybrown dan floralwhite disertai cahaya yang cukup menyengat. Terima kasih kepada babi gemuk dan pria lain yang mendengkur seperti alunan orkestra. Kali ini aku terbangun lebih awal dari matahari.

Continue reading “Z.E.R.O “Chapter 02””

Z.E.R.O “Chapter 01”

MEREKA MENYEBUTKU JAE KARENA SI MUDA KERITING mengenalku— meskipun hanya ingatan kecil yang samar. Namanya Tahiti, gadis belia dengan rambut hitam ikal yang menjadi ciri khasnya.

Continue reading “Z.E.R.O “Chapter 01””

EVIDENCE-FREE (i)

KURASA REKAMAN INI CUKUP JELAS.” Pria itu berucap sama tingginya saat ia berdiri di pusat perhatian. Ibu jarinya bergerak lihai menuntun alat pengendali untuk menunjukkan potongan-potongan pada layar yang dipenuhi lingkaran merah.

Continue reading “EVIDENCE-FREE (i)”