The Guy With The Heart-Shaped Lips

Kebanyakan dari mereka menyebut Desember sebagai sebuah keindahan; salju yang menyelubungi seluruh kota menyeret persepsi mereka pada bulan yang penuh kesucian. Tiap kali kudengar omong-kosong itu, secarik senyum bodoh yang terpaut di wajahku terukir seketika.

Continue reading “The Guy With The Heart-Shaped Lips”

PAGE 10

The tip of her finger paused of tracing the words. Her heart refused to take a dash of air. ‘It smells awful’, she said. She couldn’t help but wonder whether the filthy breeze was assorted among the dusts, dirts and mold, or just originated from a stench of death at the corner of the room.

Continue reading “PAGE 10”

NEW: ZERO

Meski hanya kumpulan puing dan debu, SESA adalah rumahnya. SESA adalah bentengnya, satu-satunya tempat berlindung yang ia ingat sejak pemusnahan itu merusak bumi dan meluluh-lantakan segalanya.

Continue reading “NEW: ZERO”

MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 06”

Tiga menit berlalu, namun Ikha masih saja menatap hampa mangkuk makanan di hadapannya. Sesekali ia mengaduk sup yang telah disiapkan ahjumma—yang dibayar oleh Kyuhyun—dan hanya sekedar bermain-main dengan wortel serta kentang yang berayun ringan di dalam mangkuk.

Ikha mengusap pelan pelipis serta keningnya sesaat. Rasa sakit masih terasa ketika jemarinya sengaja menekan daerah tersebut. Ia mendesah, menundukkan kepalanya sesaat lalu beralih menatap ke luar jendela.

Ya, seharusnya ia tidak perlu gelisah seperti ini. Sekarang ia berada di tempat yang sangat aman dan cukup jauh dari rumah sakit. Jadi ia tak perlu takut jika Lee Hyuk Jae kembali menyerangnya. Namun bukan itu yang ia khawatirkan. Bukan karena masalah penyerangan Hyuk Jae kemarin lusa padanya.

Continue reading “MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 06””

WHO ARE YOU (Prologue)

Bagaimana rasanya jika kau menjadi yang terbuang? Tak diinginkan oleh orangtuamu dan diacuhkan oleh lingkungan? Itulah yang kurasakan selama ini, terlantar tanpa seorang pun peduli.

Continue reading “WHO ARE YOU (Prologue)”