V FOR VOWED (I)

Ia tidak sedang memakai pakaian berkabung, tak pula mengenakan kain putih dengan wangi melati menyengat―yang membalut serta tubuh ibunya sebelum tanah merah mengubur senyum terakhirnya tahun lalu.

Continue reading “V FOR VOWED (I)”

Through The Mirror

Satu, dua, tiga… kemudian tak kutemukan lagi sisa daya untuk sekedar menyentuh piringan kecil keempat yang berderet rapih di pusat chiffon pelindung tubuhku. Meski telah kuhirup wangi kamomil yang berbaur dengan rempah menyengat, nyatanya masih terasa ngilu di dalam sana; tepat di pusat titik antara sepasang alis gelapku.

Continue reading “Through The Mirror”

Tentang Dia

SABTU PETANG, ITU BERARTI HAMPIR SEPEKAN IA mengisolasi diri dari siapapun. Wanita itu selalu duduk di tepi pantai, tepat di bawah pohon ketapang yang tumbuh lebat di antara bebatuan dan pasir Sanur. Jika saja rambut indahnya tak berayun saat semilir angin membelai-belainya, aku akan mengira bahwa tubuhnya yang tersembunyi di balik bayangan itu adalah batu karang yang terdampar.

Continue reading “Tentang Dia”

Night Over Night

Tonight, he is still wearing the same garments; a dark wrist-length sweater that almost hid his tiny knuckles along with a light brown trousers with a certain cut; makes his legs look taller. I see his fingers are rubbing together, as if he asks me to hold them. The absence of light around us makes me unable to find what kind of shoes he is currently on. Yet, his charming figure mesmerizes me, always.

Continue reading “Night Over Night”