Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)

Daga di tangan kirinya digenggam kuat, mengarahkan runcing dari ujung pisau tersebut kepada puncak bukit yang menonjol di tengah kota, tepat di bawah pelupuk matanya, di antara ruang kosong pada dinding tinggi yang tercipta dari bata-bata yang telah dicat putih.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 7)”

Evidence-Free (ii)

Menjadi seorang kasir bukanlah pekerjaan yang menggairahkan. Kadang Jean hanya mampu mendesah atau menghamburkan sejumput tawa ringan saat berandalan murahan menggodanya di tengah kesunyian pelayanan drive-thru, terutama menjelang malam buta.

Continue reading “Evidence-Free (ii)”

Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)

Semua yang hadir pada prosesi pemakaman itu menunduk hingga dagu mereka nyaris menyentuh tenggorokan; menggenggam seluruh jemari masing-masing untuk terhanyut dalam alunan lagu yang dikumandangkan pagi itu.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid (Chapter 6)”

Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 05”

MENGAPA PRIA YANG MENGAKU SEBAGAI MAJIKANMU ITU selalu mengawasi seolah kau adalah buruan makan malamnya?”

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 05””

Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 04”

PARA PENJAGA YANG MENGAPIT SABINA TAK MENUNJUKKAN gerakan yang menyiksa selain menusuk kesabarannya melalui ujung tombak yang nyaris bersentuhan dengan wajahnya. Hal itu cukup mengintimidasi Sabina; menakutinya.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 04””

Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 03”

MESKI CAHAYA MENTARI PAGI INI MENEMBUS KATUP MATANYA sejak separuh waktu lalu, Sabina masih tetap di sana; di dalam tub bersama air laut yang menyelubungi tubuhnya.

Continue reading “Sabina Mara: The Violet Mermaid “Chapter 03””