Cemilan Kata

“If you have something you are unable to say outwardly, move your hand and start to write. Writing is not complicatedit is a journey.

Just arrived.

“Cemilan”, makanan dalam porsi kecil yang dikonsumsi di antara dua waktu makan; setidaknya begitulah pengertian kata itu secara harfiah. Disini, kugunakan kata itu sebagai penyela di tengah bacaan yang panjang. Terutama karena kebanyakan cerita di sini terdiri dari chapter-chapter yang panjang dan bertele-tele.

Kadang ketika pikiranku sedang tersumbat, aku tak mampu melanjutkan ceritaku di tengah alur kisah yang rumit dan melantur tak karuan. Jadi, untuk melancarkan arus itu lagi, kadang kucoret-coret ide-ide pendek pada buku cacatan kecil yang selalu kubawa kemanapun aku pergi—yang tercipta di tengah kegiatanku memasak di dapur atau saat aku baru saja terbangun dari tidurku yang pendek.

Terlanjur sayang, kuputuskan untuk membagi tulisan-tulisan pendek itu ke dalam dua kategori singkat.

ᐅ PROMPT

Menulis sebuah prompt dimulai dengan bagian teks singkat yang memberikan ide potensial atau titik awal untuk sebuah cerita atau bentuk tulisan asli lainnya. Definisi prompt adalah isyarat yang diberikan kepada seseorang untuk membantunya mengingat apa yang harus dikatakan, atau sesuatu yang menyebabkan peristiwa atau tindakan lain yang terjadi.

Cara ini kadang memberiku petunjuk untuk mengembangkan alur dari cerita-cerita berlanjut yang masih dalam proses penyelesaian. Jika kau membaca beberapa cerita alternatif atau cerita pendek di sini, NIGOS sebenarnya adalah bagian kecil dari alur EXOPLANET: THE EXODEUX yang masih belum kurilis. Selain itu, DALAM SEBUAH PELUKAN juga sebenarnya adalah bagian kecil dari alur V FOR VOWED.

Kedepannya, akan kubagikan ide-ide singkat itu dalam rangkuman PROMPT OF THE MONTH.

ᐅ PUISI

Sebenarnya, aku bukanlah seseorang yang pandai merangkai puisi. Namun akhir-akhir ini—ditengah pandemik yang membuatku menghabiskan waktu lebih banyak di dalam rumah, aku jadi lebih banyak membaca buku untuk menghilangkan bosan. Entah itu buku tentang politik, sejarah, seni memotret, dan tentu saja, novel fantasi.

Kemudian pada salah satu majalah elektronik dimana aku berlangganan dengan baik hampir dua tahun terakhir ini, mereka menyajikan puisi-puisi singkat dari para pembaca yang sengaja mengirimkannya pada mereka. Memang, tidak semuanya merupakan gayaku, tapi kebanyakan puisi tersebut ditulis dengan kalimat yang penuh dengan makna.

Tertarik, akhirnya kuputuskan untuk mulai membaca buku tentang puisi dan mengamati lebih dalam. Chairil Anwar dan WS Rendra merupakan penyair klasik dari Indonesia yang menjadi sorotanku akhir-akhir ini. Sementara itu, dalam bahasa Inggris kupilih Emily Dickinson dan Rupi Kaur sebagai contoh.

Puisiku mungkin tidak akan sebaik mereka. Namun setidaknya tulisan pendek itu akan menjadi cemilan sebelum makan malam berlangsung. Semua itu akan terangkum dalam POETRY OF THE MONTH dimana rencananya akan kubagikan sekali dalam sebulan.

Photo by Budgeron Bach on Pexels.com

The Bliss You Seek

And when I found it far beyond, I gripped it in my hand, to share the golden rays across the sea and let it reach you and her on this side of the world.

Photo by Ksenia Chernaya on Pexels.com

One Who Commands The Death

As the breath of wind swung its elegant raven-black cloak, its dark lips moved—whispered, uttering one word with all the pain from a thousand blades.

Photo by Sebastian Voortman on Pexels.com

It Is You, All Along

She leaned forward, allowing her hair touched my chest, brushing along with her shadow. 

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Dalam Gelap

Salahkan aku. Aku tak peduli. Percayalah bahwa aku pun berkecamuk menginginkanmu untuk kembali.